Iyeng Erlandha, Juara III Lomba Bercerita Tingkat Prov, Jateng

Meski sudah berusaha semaksimal mungkin, Iyeng Erlanda Ghahita Sukma dari SD Negeri 1 Krandegan, Banjarnegara, akhirnya harus puas menduduki urutan ketiga dalam lomba bercerita Tingkat Propinsi Jawa Tengah, Rabu (6 Juli 2011) di Semarang.
Lomba yang berlangsung di lantai 4 gedung Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah itu, Iyeng tampil membawakan judul cerita “Telaga Merdada” di dataran tinggi Dieng Kabupaten Banjarnegara yang didukung alat peraga berupa lukisan wayang dari keluarga Resi Gotama.
Dengan menggunakan kostum khas Jawa Tengah yaitu kain lurik berwarna merah tua, Siswa yang akan memasuki kelas VI itu, tampil dengan penuh percaya diri. Ia tidak hanya mampu menguasai materi yang disampaikan, tetapi berhasil membawa para penonton terkagum-kagun atas ekspresinya itu.
Dalam dongengan tersebut, Iyeng mengatakan, bahwa al kisah ada sebuah pertapaan di gunung Dieng yang dihuni oleh Resi Gotama dan keluarganya yaitu istri Dewi Windradi beserta tiga anaknya bernama Dewi Anjani, Guwarsa dan Guwarsi.
Tahun berganti tahun keluarga Resi Gotama mengalami goncangan akibat keberadaan pusaka kedewataan berupa “Cupumanik” yang sebenarnya milik Batara Surya. Ketiga anaknya masing-masing Dewi Anjani, Guwarsa dan Guwarsi ingin mengetahui lebih dekat tentang Cupumanik itu.
Perselisihan kecil diantara ketiganya sempat terjadi, sang ayah yaitu Resi Gotama kemudian datang dan melemparkan Cupumanik Astagina ke udara menjadi dua bagian dan jatuh di Ayodya jadi Telaga Merdada, dan tutupnya jatuh di hutan menjadi Telaga Dringo.
Anjani, Guwarsa dan Guwarsi yang mengira Cupumanik jatuh ke dalam telaga langsung mendekat dan meloncat masuk ke dalam telaga. Suatu malapetaka terjadi, Guwarsa, Guwarsi dan Ajani berubah wujud menjadi manusia kera.
Singkat cerita, sambil meratap tangis ketiganya kembali ke pertapaan. Resi Gotama yang waskita dengan tenang menerima kedatangan putranya yang telah berujud kera. Setelah memberi nasehat, Resi Gotama menyuruh ketiga anaknya pergi bertapa sebagai cara untuk menebus dosa.
Selesai melakukan tapa Guwarsi kemudian berganti nama menjadi Subali, sedangkan Guwarsa berubah nama menjadi Sugriwo. Kesimpulan dari cerita itu, bahwa kejujuran itu penting dalam kehidupan setiap manusia. Siapa yang belum pernah ke telaga Merdada?..., silakan berkunjung ke obyek wisata dataran tinggi Dieng di Banjarnegara, ucap Iyeng menutup dongengannya.
Lomba bercerita yang digelar oleh masing-masing daerah, merupakan agenda tahunan dengan maksud untuk menumbuh kembangkan minat baca bagi kalangan siswa.
Atas keberhasilannya meraih juara III, Iyeng Erlanda Grahita Sukma berhak membawa pulang piala, piagam penghargaan serta uang pembinaan dari panitia penyelenggara. Sementara itu keluar sebagai juara pertama adalah utusan dari Kabupaten Wonosobo, sedangkan juara II diraih utusan dari Surakarta. (S.bag)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan