
Hal
tersebut dikemukakan oleh Ketua Komisi IV DPR-RI Ir. H. Romahurmuziy, MT dalam
khotbah Sholat Idul Adha 1433 Hijriah Tingkat Kabupaten Banjarnegara yang
berlangsung di alun-alun kota, Jum’at 26 Oktober 2012.
Ir. H.
Romahurmuziy, MT. selanjutnya mengatakan, secara ringkas Keutamaan Haji
dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang
artinya “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga”
Dikatakan,
bagi umat Islam yang belum berkesempatan untuk naik haji tidak perlu berkecil
hati, karena masih ada ibadah lain yang pahalanya juga setara dengan ibadah
haji, yaitu menyembelih hewan qurban. Ibadah haji dan menyembelih hewan qurban
masih merupakan satu rangkaian peribadatan yang terkait dengan Nabi Ibrahim
‘Alaihis Salam.
Tetapi
bagi yang tidak mampu berhaji dan berkurban, juga tidak perlu berkecil hati.
Allah, SWT memberikan cara lain agar umatnya mendapatkan pahala besar. Ada
beberapa peribadatan yang pahalanya setara dengan haji mabrur, seperti rajin
sholat berjamaah di masjid serta belajar atau mengajar dengan ikhlas di masjid.
Pada
bagian lain Ir. Romahurmuziy, MT mengatakan, dibalik perintah rukun Islam,
seperti sholat, puasa, zakat dan haji serta dibalik perintah sunnah seperti
menyembelih hewan qurban, sholat berjama’ah dan lain sebagainya tersembunyi
pesan yang jelas, yaitu umat Islam berkewajiban untuk melakukan kesalehan social.
Kesalehan
social adalah perbuatan-perbuatan ikhlas yang dilakukan untuk membantu atau
berpartisipasi menyelesaikan persoalan orang lain di sekitar atau yang lebih
luas lagi, baik dengan bantuan yang bersifat ekonomi, politik, hokum, budaya
dan lain sebagainya. Bahasa ringkas dari kesalehan social adalah peduli pada
orang-orang dan lingkungan sekitarnya atau dalam bahasa fiqih dari kesalehan social
adalah mu’amalah.
Bertindak
sebagai imam sholat yaitu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten
Banjarnegara H. Fahmi Hisyam, S.Ag. Hadir pula dalam kesempatan itu Bupati H.
Sutejo Slamet Utomo dan Wakil Bupati H. Hadi Supeno, serta unsur Muspida.
Selesai melaksanakan sholat Idul Adha, umat Islam yang telah mampu secara
ekonomi melaksanakan penyembelihan hewan kurban, yang selanjutnya
dibagi-bagikan kepada yang membutuhkan. (s.bag).